Mengenal Istilah Child Grooming dan Dampaknya yang Dialami Pelajar Perempuan di Tasikmalaya
NEWSROOMINDO.COM - Istilah child grooming ramai diperbincangkan di media sosial, imbas beredarnya video salah satu konten kreator asal Tasikmalaya berinisial SL.
Dalam aksinya, pelaku mengincar remaja belasan tahun dengan iming-iming uang tunai sebesar Rp50.000 hingga Rp100.000 per jam, serta fasilitas traktiran jajanan dan jalan-jalan gratis.
Kasus ini mulai terkuak ke publik setelah sejumlah korban berani bersuara di media sosial X terkait perilaku menyimpang sang kreator.
Secara sederhana, grooming adalah proses pendekatan yang dilakukan secara perlahan dan sistematis oleh seseoranh untuk mendapatkan kepercayaan, ketergantungan, atau kepatuhan orang lain, dengan tujuan menguasai, memanipulasi, atau bahkan mengeksploitasi korban.
Grooming tidak selalu berujung pada kekerasan seksual, tetapi sering kali mengarah ke sana, terutama pada anak, remaja, atau orang yang posisinya lebih lemah.
Child grooming biasanya sulit dikenali karena pelaku sering menggunakan taktik agar tidak mencurigakan korban.
Korban child grooming biasanya mengalami perubahan perilaku serta lebih sering bermain gadget dan menerima hadiah tak jelas, anak juga terlihat menghabiskan waktu yang tidak biasa atau tak pantas dengan orang dewasa atau remaja yang lebih tua.
Child grooming dapat memberikan dampak yang sangat mendalam, korban bisa mengalami rasa bersalah dan malu berkepanjangan, kehilangan kepercayaan diri, sulit percaya pada orang lain, trauma psikologis, dan takut bersuara karena takut tidak dipercaya.
Oleh karena itu, orang tua patut waspada terhadap fenomena ini dengan cara memahami tanda-tandanya agar bisa melindungi buah hati tadi praktik kejadian serupa.
Comment / Reply From
You May Also Like
Popular Posts
Newsletter
Subscribe to our mailing list to get the new updates!